facebook twitter youtube linkedin googlemap googletranslate journal

Senin, 20 Mei 2013

Upaya Perpustakaan untuk Menumbuhkembangkan Minat Baca Anak


 
PENDAHULUAN
Pada zaman yang sudah mengglobal ini perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan yang semakin maju, menuntut masyarakat untuk cepat atau sigap dalam mendapat informasi agar tidak ketinggalan zaman. Selain itu, perkembangan teknologi yang sangat pesat telah menarik perhatian masyarakat termasuk anak-anak. Mereka lebih memilih bermain atau berada di depan televisi menonton acara yang mereka sukai yang tekadang menirukan adegan tersebut dengan teman-temannya.  Meskipun pada dasarnya suatu hal yang wajar pada usia anak-anak, namun hal tersebut perlu dibatasi agar tidak berlebihan, apalagi program yang disajikan acara yang tidak mendidik itu akan cepat terpengaruh oleh anak-anak usia dini. Di usia dini anak-anak perlu bimbingan atau didikan yang bermanfaat karena itu berpengaruh pada perkembangannya, salah satunya dengan mengajarkan anak minat membaca dari usia dini.
Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan. Minat baca adalah sesuatu yang menarik untuk dibaca, tetapi kalau tidak menarik tidak akan dibaca (Depdikbud 2007:744). Minat baca merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong sesorang berbuat sesuatu terhadap membaca. minat baca di tunjukkan dengan keingan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca. minat baca berpengaruh pada ketrampilan membaca (Darmono, 2001:182).
Membaca merupakan bagian paling penting untuk pendidikan anak-anak. Dengan membaca, informasi dan ilmu pengetahuan apapun bisa didapat dengan membeli buku mapun dengan mengunjungi perpustakaan. Perpustakaan berperan penting untuk itu karena perpustakaan merupakan agen sumber informasi yang mendidik untuk diberikan oleh masyarakat termasuk anak-anak. Informasi yang di berikan seharusnya memiliki daya tarik anak-anak agar mau datang ke perpustakaan untuk membaca maupun bermain sambil belajar. Sebagai perpustakaan yang memiliki koleksi informasi mendidik diharapkan bisa meningkatkan minat baca anak dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Bagaimana upaya perpustakaan dalam mengembangkan minat baca anak?. Ini akan di jawab pada pembahasan.

PEMBAHASAN
Tertanamnya budaya baca dalam masyarakat dapat meningkatkan keingintahuan masyarakat terhadap sesuatu dan kemauan untuk belajar terhadap sesuatu yang baru. Sehingga mereka akan kritis dalam menyikapi segala yang terjadi di sekeliling mereka, seperti kritis dalam menyikapi soal keberlanjutan kehidupan. Selain itu mereka mampu melakukan persaingan dalam dunia kerja dengan menciptakan lapangan kerja bukan sebagai pencari kerja seperti yang terjadi sekarang ini banyak kaum terdidik yang melakukan persaingan dalam mencari pekerjaan dan tersisihnya mereka telah menambah daftar pengangguran dari kaum terdidik.
Modal dasar dalam pembinaan minat baca anak adalah tersedianya sarana baca yaitu buku-buku menarik yang dapat menggugah minat anak untuk membacanya. Akan tetapi, tidak semua anak mampu mendapatkan buku-buku yang mereka butuhkan dan dapat menggugah buku-buku yang mampu menggugah minat baca mereka. Hal tersebut disebabkan oleh faktor ekonomi rendah dan minimnya kesadaraan orang tua untuk menyediakan sarana baca, sehingga dapat menghambat upaya pembinaan minat baca anak.
Perpustakaan merupakan salah satu agen pengembangan atau sebagai sarana pendidikan untuk berkembangnya minat baca anak, tetapi dalam zaman modern seperti ini dan dengan kemajuan teknologi yang sudah sangat berkembang pesat,  memungkin susahnya untuk mengajak anak untuk dapat membaca buku ataupun menyukai buku, yang diketahui anak-anak hanyalah bermain dan menonton televisi.
Dalam minat baca anak yang harus bertanggung jawab atau membimbing adalah orang tua. Orang tua dapat mengajak anaknya yang masih usia dini dengan mengenalkannya pada huruf dan angka, dan sedangan untuk anak yang sudah berada di Sekolah Dasar untuk membeli buku atau mengajaknya pergi ke perpustakaan, disitu perpustakaan akan memberikan informasi-informasi yang dapat menarik perhatian anak-anak untuk menyukai buku dengan membacanya di perpustakaan. Cepatnya perkembangan ilmu pengetuan ini menyadarkan bawa perpustakaan itu penting dalam kehidupan seorang anak untuk menumbuh kembangkan psikis. Pendidikan yang hanya ditujukan untuk mengembangkan intelek dan ketrampilan – ketrampilan tertentu tidaklah memadai lagi di jaman sekarang agar dapat mempersiapkan anak didik hidup dalam dunia yang cepat berubah ini, seharusnya pendidikan lebih bersifat dinamis dan mampu meningkatkan daya anak berfikir dengan tujuan  : Meningkatkan kemampuan dan menanamkan kebiasaan belajar sendiri sesuai dengan bakat dan daya perkembangannya.
Tujuan dari perpustakaan itu sendiri adalah memberikan informasi dengan melayani pengguna perpustakaan. Fungsi perpustakaan itu sendiri adalah edukatif atau dengan memberikan informasi yang mendidik agar dapat membentuk pribadi yang berpengetahuan luas, kemudian memecahkan masalah dengan memberikan informasi-informasi yang bermanfaat, perpustakaan yang inspiratif dengan membantu mengembangkan kegemaran anak dan menimbulkan gagasan-gagasan baru. Perpustakaan menjadikan membaca sebagai suatu hiburan yang menyenangkan, sekaligus memiliki sarana untuk rasa ingin tahu anak dan itu sangat mempengaruhi melejitnya potensi seorang anak. Tentunya harus ada yang membimbingnya yaitu pustakawan yang akan membantu apa yang dibaca atau bagaimana membacanya.
Sebagai upaya perpustakaan untuk mengembangkan minat baca anak adalah :
1.    Menyediakan taman belajar sekaligus taman bermain untuk anak.
2.    Menyediakan buku koleksi anak-anak. Misalkan buku-buku bergambar yang bersifat pengetahuan agar anak tertarik untuk membacanya dengan menyediakan koleksi yang up to date dan di lakukan secara berkesinambungan. Koleksi yang terdapat di perpustakaan sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa karena koleksi atau bahan bacaan merupakan daya tarik yang sangat potensial bagi sebuah perpustakaan untuk menerima kunjungan bahakan untuk mengembangkan tradisi membaca.
3.    Desain interior dan fasilitas pada perpustakaan, dengan menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar anak tidak jenuh berada di perpustakaan serta memperhatikan kebersihan dan kerapian ruang perpustakaan. Fasilitas perpustakaan yang minim, pada dasarnya telah memberikan dampak terhadap pelaksanaan fungsi perpustakaan sebagai sarana pembangun minat baca peserta didik. Keterbatasan fasilitas ini dialami oleh hampir seluruh perpustakaan sekolah di Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya perpustakaan merancang fasilitas yang memadai bagi guna terciptanya fungsi perpustakaan dalam membangun minat baca siswa.
4.    Pembacaan dongeng oleh pustakawan untuk anak, agar rasa ingin tahuan anak berkembang.
5.    Pemberian hadiah atau penghargaan bagi anak yang memang bisa aktif atau menang pada kegiatan lomba di perpustakaan.

PENUTUP
Dari kesimpulan di atas adalah minat baca yang rendah merupakan salah satu akibat dari minimnya sarana dan prasarana perpustakaan sebagai lembaga utama dalam penumbuh kembang minat baca di kalangan anak usia dini. Menumbuh kembangkan minat baca terhadap masyarakat dimulai sejak dini, karena pembentukan budaya membaca tersebut membutuhkan serangkaian proses panjang yang nantinya akan membentuk karakter masyarakat dengan budaya membaca.
Upaya yang dilakukan perpustakaan untuk menumbuhkembangkan minat baca anak adalah
1.    Menyediakan taman belajar sekaligus taman bermain untuk anak.
2.    Menyediakan buku koleksi anak-anak. Misalkan buku-buku bergambar yang bersifat pengetahuan agar anak tertarik untuk membacanya dengan menyediakan koleksi yang up to date dan di lakukan secara berkesinambungan. Koleksi yang terdapat di perpustakaan sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa karena koleksi atau bahan bacaan merupakan daya tarik yang sangat potensial bagi sebuah perpustakaan untuk menerima kunjungan bahakan untuk mengembangkan tradisi membaca.
3.    Desain interior dan fasilitas pada perpustakaan, dengan menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar anak tidak jenuh berada di perpustakaan serta memperhatikan kebersihan dan kerapian ruang perpustakaan. Fasilitas perpustakaan yang minim, pada dasarnya telah memberikan dampak terhadap pelaksanaan fungsi perpustakaan sebagai sarana pembangun minat baca peserta didik. Keterbatasan fasilitas ini dialami oleh hampir seluruh perpustakaan sekolah di Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya perpustakaan merancang fasilitas yang memadai bagi guna terciptanya fungsi perpustakaan dalam membangun minat baca siswa.
4.    Pembacaan dongeng oleh pustakawan untuk anak, agar rasa ingin tahuan anak berkembang.
5.    Pemberian hadiah atau penghargaan bagi anak yang memang bisa aktif atau menang pada kegiatan lomba di perpustakaan.
Dengan begitu anak akan lebih senang membaca dan semangat datang ke perpustakaan dengan adanya hal-hal yang mereka sukai dengan layanan atau fasilitas yang berikan perpustakaan. Perpustakaan menjadikan membaca sebagai suatu hiburan yang menyenangkan, sekaligus memiliki sarana untuk rasa ingin tahu anak dan itu sangat mempengaruhi melejitnya potensi seorang anak.



DAFTAR PUSTAKA
Rohmayanti. 2009. Peranan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat Dalam Menumbuhkan Minat Baca Anak. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga
Hermawan, Aria. 2006. Pengaruh Perpustakaan Keliling Badan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantul Terhadap Minat Baca Siswa SD Muhamadiyah Derman Bambanglipuro Bantul. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga
Puspita, Cici. 2012. Peran perpustakaan umum dalam meningkatkan minat baca pada anak. Tersedia di : http//peran-perpustakaan-dalam-meningkatkan_26.html . di unduh pada tanggal 16 Mei 2013
Sulistyo Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan.Jakarta: Gramedia Pustaka


0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates